Sosial Media
0
Berita
    Loading..
    Home Nasional Profil Sejarah

    Sejarah Berdiri Pagar Nusa

    "Berita,Nasional,Profil,"

    2 min read

     


    Profil Perguruan Silat Pagar Nusa: Sejarah, Makna Logo, hingga Seragam

    Pagar Nusa adalah organisasi seni bela diri pencak silat yang didirikan oleh Nahdlatul Ulama (NU) pada tahun 1986. Organisasi ini memiliki akar kuat dalam tradisi pesantren dan berperan besar dalam mempertahankan dan mengembangkan seni bela diri pencak silat di Indonesia. Nama "Pagar Nusa" berasal dari filosofi “Pagar” yang berarti menjaga atau melindungi, dan “Nusa” yang merujuk pada bangsa atau tanah air. Artinya, Pagar Nusa bertugas menjaga agama, bangsa, dan tanah air melalui pencak silat.



    Sejarah Berdiri Pagar Nusa

    Dilansir dari laman resmi NU, Pagar Nusa dicetuskan pada 3 Januari 1986 oleh Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri. Namun, pengesahan baru dilakukan setelah enam bulan dibentuk, yang tertuang dalam Surat Keputusan Tertanggal 9 Dzulhijjah 1406/16 Juli 1986.


    Pagar Nusa lahir dari keinginan para kiai NU untuk memiliki wadah resmi bagi para santri dan anggota NU yang menguasai ilmu bela diri, khususnya pencak silat. Sebelumnya, banyak pesantren di Indonesia yang mengajarkan pencak silat sebagai bagian dari pendidikan karakter dan fisik para santri. Oleh karena itu, seni bela diri ini tidak hanya dilihat sebagai alat pertahanan diri, tetapi juga sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah dan memperkuat spiritualitas.


    Pembentukan Pagar Nusa berawal dari perhatian dan keprihatinan para kiai NU terhadap surutnya ilmu bela diri pencak silat di lingkungan pondok pesantren. Hal itu terlihat dari hilangnya peran pondok pesantren sebagai padepokan pencak silat. Pondok pesantren adalah salah satu peran krusial yang menjadi pusat kegiatan ilmu bela diri pencak silat. Selain menjadi pengasuh ponpes, kiai atau ulama juga berperan sebagai ahli pencak silat. Kiai yang merangkap sebagai ahli pencak silat disebut pendekar pencak silat.



    Terlepas dari hal tersebut, kiai atau ulama juga khawatir akan kemunculan sejumlah perguruan pencak silat yang sifatnya tertutup dan sering membuat klaim sebagai yang terbaik dan terkuat.


    Mengenai hal tersebut beberapa tokoh penting akhirnya melakukan diskusi bersama untuk mendirikan Pagar Nusa. Tokoh tersebut di antaranya KH Suharbillah, KH Mustofa Bisri, serta KH Agus Maksum Jauhari atau Gus Maksum.


    Hingga pada 27 September 1985 atau bertepatan 12 Muharrom 1406 Hijriah, kiai dan pendekar pencak silat melakukan perundingan di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang. Mereka mendiskusikan pembentukan suatu wadah untuk mengembangkan seni bela diri pencak silat di bawah naungan NU.


    Perundingan tersebut menghasilkan Surat Keputusan Resmi Pembentukan Tim Persiapan Pendirian Perguruan Pencak Silat Milik NU, yang diresmikan pada 27 Rabi'ul Awwal 1406/10 Desember 1985. Surat keputusan tersebut berlaku hingga 15 Januari 1986.


    Kemudian dilakukan perundingan kedua di Pondok Pesantren Lirboyo pada 3 Januari 1986. Hasil musyawarah kedua merumuskan kesepakatan susunan Pengurus Harian Jawa Timur, di mana Gus Maksum terpilih menjadi ketua umumnya.


    Terkait nama organisasi, disepakati organisasi seni bela diri pencak silat dinamai Ikatan Pencak Silat Nahdlatul Ulama, yang sekarang disebut dengan PSNU. Nama Pagar Nusa diusulkan Ketua PWNU Jawa Timur KH Anas Thohir. Namun, inspirasinya dari KH Mujib Ridwan dari Surabaya, yang merupakan pencipta lambang NU.

    Additional JS
    skyscraper banner 160 x 600
    skyscraper banner 160 x 600